TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Brooch Anglo-Saxon Berusia 1.500 Tahun Ditemukan, Desainnya Membuat Para Arkeolog Terkejut

Lebih dari 1.500 tahun yang lalu, masyarakat Anglo-Saxon menghiasi jubah mereka dengan brooch yang bukan hanya indah — ia merupakan simbol status, kepercayaan, dan keterampilan seni yang luar biasa. Dari brooch berbentuk salib hingga cakram bertatah permata, setiap satu memiliki cerita sendiri. Temui uniknya aksesori purba ini yang kini menjadi rebutan di museum-museum seluruh dunia.

29 Jun 20265 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — Anglo-Saxon brooches
Brooch Anglo-Saxon Berusia 1.500 Tahun Ditemukan, Desainnya Membuat Para Arkeolog Terkejut
Imej: Foto: Wikipedia — Anglo-Saxon brooches (CC BY-SA 4.0)
AI

Brooch Anglo-Saxon: Bukan Sekadar Penyemat

Bayangkan Anda berpesta di istana Raja Alfred pada abad ke-9. Semua bangsawan berjalan dengan jubah berkilau — bukan karena kainnya, tapi karena brooch besar yang disemat di dada. Benda kecil ini ibarat 'iPhone' zaman dulu: menunjukkan siapa Anda, dari mana asal Anda, dan seberapa banyak uang Anda. Zaman Anglo-Saxon (abad ke-5 hingga ke-11) memang terkenal dengan brooch hiasan yang luar biasa. Tapi mengapa mereka begitu obses dengan aksesori ini?

Pertama, brooch bukan sekadar perhiasan. Ia alat praktis untuk menahan jubah tebal, tapi juga simbol status. Golongan atas memakai brooch dari emas dan perak, bertatah garnet dari India atau Sri Lanka. Yang miskin pun memakai tembaga atau besi. Menariknya, brooch juga menjadi 'kartu identitas' — gaya dan bentuknya bisa mengungkap suku atau daerah pemakainya. Contohnya, brooch berbentuk salib (cruciform) populer di Anglian Timur, sedangkan brooch cakram (disc) lebih diminati di Kent.

Dua Wajah Brooch: Panjang vs Bulat


Pada era awal Anglo-Saxon (hingga abad ke-6), brooch dibagi menjadi dua keluarga besar: brooch panjang (long) dan brooch bulat (disc). Seperti keluarga kerabat yang bersaing ingin mendominasi pasar!

Brooch panjang termasuk jenis salib, kepala segi empat, kepala jejari, dan 'small-long'. Bayangkan brooch berbentuk salib dengan hiasan pusing-pusing — ia bukan hanya indah, tapi juga dipercaya melambangkan kekuatan dan perlindungan. Tapi semua brooch panjang ini tiba-tiba menghilang dari mode pada akhir abad ke-6. Mengapa? Mungkin karena pengaruh Kristen yang masuk, atau hanya tren yang berubah. Arkeolog masih berdebat.

Brooch bulat jauh lebih tahan lama. Ia muncul pada abad ke-6 di Kent, hasil keterampilan tukang emas lokal yang menggabungkan tradisi Rom dengan motif Jermanik. Ada saucer (bentuk piring), applied saucer (cakram bertatah), button (butang), annular (gelang bulat), penannular (gelang tidak lengkap), dan quoit (dua gelang bertindih). Banyak sekali! Dari semuanya, brooch bulat yang paling populer pada zaman pertengahan hingga akhir Anglo-Saxon (abad ke-7 hingga ke-11). Desainnya sering dihiasi enamel — teknik yang sangat mahal pada masa itu.

Enamel: Teknologi Tinggi Zaman Purba


Enamel adalah jenis kaca cair yang dituang ke dalam rongga logam, kemudian dibakar pada suhu tinggi. Hasilnya? Warna-warni terang yang tahan ratusan tahun. Brooch Anglo-Saxon dengan enamel biasanya berwarna biru, hijau, merah, dan kuning. Motifnya — ada yang geometrik, ada yang binatang seperti ular atau naga. Bayangkan betapa sulitnya membuat enamel tanpa alat modern. Setiap brooch mungkin memakan waktu berminggu-minggu untuk disiapkan.

Contoh terkenal adalah Brooch Fuller (Fuller Brooch) yang ditemukan di rumah agama di Inggris pada abad ke-19. Ia terbuat dari perak, dihiasi enamel biru dan emas, dengan motif binatang dan manusia. Arkeolog percaya ia dibuat pada abad ke-9 di Kent. Benda ini sekarang dipamerkan di British Museum, dan nilainya tak ternilai. Desainnya menggambarkan lima pancaindera — satu konsep filsafat yang sangat maju untuk zamannya.

Brooch Aneh: Burung, S, dan Lain-lain


Tidak semua brooch masuk dalam kategori panjang atau bulat. Ada beberapa yang dikategorikan sebagai 'miscellaneous' — aneh dan unik. Di antaranya:
  • Brooch Burung: Populer pada abad ke-6 hingga ke-7. Bentuk burung pemangsa atau gagak, dipercaya sebagai simbol dewa Odin (mitologi Norse) atau roh penjaga. Beberapa contoh ditemukan dengan sayap terbuka lebar, seolah-olah burung itu ingin terbang.
  • Brooch S: Berbentuk huruf S, juga dari era awal. Mungkin melambangkan ular atau naga, atau hanya hiasan simetri. Ia lebih kecil dan sering dipakai di bahu.
  • Brooch Bentuk Pin Keselamatan: Dari era pertengahan Anglo-Saxon, bentuk seperti pin keselamatan modern tetapi lebih besar. Mungkin digunakan untuk jubah ringan.
  • Brooch Bentuk Segi Empat: Jarang ditemukan, mungkin dipakai oleh golongan biarawan atau bangsawan tinggi.
  • Brooch Motif Burung: Pada era akhir Anglo-Saxon, motif burung kembali populer, kali ini dengan gaya lebih naturalistik.

Semua brooch ini bukan hanya aksesori — ia pintu masuk ke dunia spiritual dan sosial masyarakat Anglo-Saxon. Setiap lubang, setiap lekuk, memiliki makna.

Brooch dan Identitas: Siapa Pakai Apa?


Siapa yang memakai brooch? Jawaban singkat: semua orang! Tapi jenis brooch menunjukkan status. Golongan bangsawan memakai brooch emas dengan garnet dan enamel. Wanita kelas menengah memakai brooch perak atau tembaga dengan desain sederhana. Anak-anak laki-laki juga memakai brooch kecil sebagai azimat pelindung.

Menariknya, brooch juga menjadi petunjuk bagi arkeolog untuk menentukan tanggal situs kuburan. Contohnya, jika brooch cruciform ditemukan bersama brooch annular, itu tandanya situs tersebut dari abad ke-6. Jika brooch enamel, maka dari abad ke-8 hingga ke-10. Ini membantu ilmuwan menyusun garis waktu sejarah Inggris tanpa perlu tulisan.

Warisan Brooch: Dari Kubur ke Museum


Ribuan brooch Anglo-Saxon telah ditemukan di kuburan, terutama di East Anglia, Kent, dan Northumbria. Salah satu situs paling penting adalah Sutton Hoo (1939), di mana sebuah kapal kuburan besar ditemukan bersama berbagai brooch emas, termasuk brooch bahu besar yang ikonik. Benda ini sekarang menjadi simbol keagungan Anglo-Saxon.

Tapi tidak semua brooch disimpan di museum. Banyak yang tersimpan di tangan kolektor pribadi, ada juga yang dijual di lelang antik. Sayangnya, sebagian hilang akibat pencurian atau pembangunan lahan. Arkeolog saat ini menggunakan teknologi seperti radar penetrasi tanah untuk mencari brooch yang tersembunyi — siapa tahu, mungkin ada lagi brooch bersejarah yang menunggu untuk ditemukan.

Kesimpulan: Kecil Tapi Bermakna


Brooch Anglo-Saxon mungkin kecil, tapi ia penuh dengan sejarah, seni, dan budaya. Dari teknik enamel yang canggih hingga motif burung yang mistik, setiap brooch adalah cermin dunia yang hilang. Jadi, ketika Anda mengunjungi British Museum atau Ashmolean Museum, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat koleksi brooch mereka. Siapa tahu, Anda mungkin menemukan brooch yang pernah disemat di jubah seorang puteri Anglo-Saxon 1.200 tahun lalu.

Apakah Anda masih ingat brooch pertama yang pernah Anda pakai? Mungkin bukan dari emas, tapi tetap memiliki nilai sentimental. Begitu juga dengan brooch Anglo-Saxon — setiap satu memiliki cerita, dan cerita itu masih hidup hingga hari ini.

---
Rujukan: Anglo-Saxon brooches — Wikipedia

Tersedia dalam: