TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Reaktor Nuklir Terbakar 3 Hari Di Inggris: Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Pada 10 Oktober 1957, Kerajaan Inggris mengalami bencana nuklir terburuk dalam sejarahnya ketika reaktor Windscale terbakar selama tiga hari. Pelepasan radioaktif mencemari seluruh Eropa, dan dampaknya masih diperdebatkan. Hingga saat ini, para ahli masih meneliti berapa banyak kasus kanker yang disebabkan oleh kebakaran tersebut. Artikel ini menjawab pertanyaan-pertanyaan utama yang sering diajukan tentang tragedi ini.

30 Jun 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — Windscale fire
Reaktor Nuklir Terbakar 3 Hari Di Inggris: Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
Imej: Foto: Wikipedia — Windscale fire (CC BY-SA 4.0)
AI

Apa Itu Kebakaran Windscale dan Mengapa Penting?

Kebakaran Windscale, atau kebakaran Windscale, yang terjadi pada 10 Oktober 1957, adalah kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah Kerajaan Inggris. Kejadian ini terjadi di Unit 1 dari dua reaktor nuklir di lokasi Windscale (sekarang dikenal sebagai Sellafield) di pantai barat laut Inggris, Cumberland. Reaktor-reaktor ini, yang disebut "piles" pada masa itu, dibangun sebagai bagian dari proyek bom atom Inggris setelah Perang Dunia Kedua. Pile No. 1 mulai beroperasi pada Oktober 1950, diikuti oleh Pile No. 2 pada Juni 1951. Kebakaran ini berlangsung selama tiga hari dan melepaskan bahan radioaktif yang menyebar ke seluruh Inggris dan Eropa. Tingkat keparahan kejadian ini dinilai pada Tahap 5 (dari 7) pada Skala Peristiwa Nuklir Internasional (INES), menjadikannya salah satu kecelakaan nuklir paling serius di dunia pada masa itu.

Bagaimana Kebakaran Ini Terjadi?

Reaktor Windscale adalah reaktor grafit yang didinginkan dengan udara. Pada hari itu, tim operasi sedang melakukan prosedur pemanasan ulang (annealing) untuk melepaskan energi yang terkumpul dalam grafit reaktor. Proses ini melibatkan pemanasan grafit secara terkendali, tetapi pada 10 Oktober, suhu meningkat secara tidak terkendali. Suhu di dalam inti reaktor meningkat cepat, menyebabkan grafit terbakar. Reaktor itu tidak memiliki sistem pendingin darurat yang memadai, dan kebakaran menyebar dengan cepat. Api menghancurkan bahan bakar uranium dan menghasilkan asap radioaktif yang naik ke atmosfer. Upaya memadamkan api menggunakan karbon dioksida gagal, dan akhirnya, tim menggunakan air — langkah berisiko karena air bisa menyebabkan ledakan jika bersentuhan dengan uranium cair. Untungnya, air berhasil memadamkan api setelah tiga hari.

Apa Bahan Radioaktif yang Dilepaskan?

Kebakaran Windscale melepaskan berbagai isotop radioaktif ke lingkungan. Yang paling mengkhawatirkan pada masa itu adalah iodin-131, isotop radioaktif yang dapat menyebabkan kanker tiroid. Pelepasan iodin-131 sangat tinggi sehingga otoritas melarang penjualan susu dari peternakan di sekitar area tersebut. Namun, penelitian kemudian menunjukkan bahwa sejumlah kecil tetapi signifikan polonium-210 — isotop yang sangat berbahaya — juga dilepaskan. Polonium-210 adalah toksik radioaktif yang dapat menyebabkan kanker paru-paru jika dihirup. Pelepasan lain termasuk cesium-137 dan strontium-90, yang dapat bertahan lama di lingkungan. Jumlah bahan radioaktif yang dilepaskan setara dengan beberapa persen dari pelepasan Chernobyl pada 1986, tetapi dampaknya masih signifikan.

Berapa Banyak Orang yang Terkena Dampak Kebakaran Ini?

Dampak kesehatan jangka panjang dari kebakaran Windscale masih diperdebatkan. Perkiraan awal berdasarkan jumlah radiasi yang dilepaskan menunjukkan bahwa kecelakaan ini mungkin menyebabkan sekitar 190 kasus kanker, dengan sekitar 100 di antaranya berujung pada kematian. Namun, studi epidemiologi terbaru menemukan bahwa jumlah kasus kanker sebenarnya mungkin lebih rendah, karena banyak penduduk di area tersebut tidak mengalami peningkatan risiko kanker yang signifikan dibandingkan populasi umum. Namun, dampak psikologis dan sosial besar — kejadian ini menggugah kepercayaan publik terhadap keselamatan nuklir dan menyebabkan perdebatan yang berlangsung hingga kini. Paparan radiasi juga menyebabkan peningkatan risiko kesehatan bagi pekerja reaktor dan penduduk setempat, meskipun data jangka panjang terbatas.

Apa yang Terjadi Setelah Kebakaran Itu?

Setelah kebakaran, reaktor Windscale Pile No. 1 ditutup secara permanen. Pile No. 2 juga dihentikan operasinya pada tahun yang sama, meskipun tidak terlibat dalam kebakaran. Lokasi Windscale kemudian diubah nama menjadi Sellafield dan terus digunakan untuk pemrosesan ulang bahan bakar nuklir, tetapi kejadian ini menyebabkan perubahan besar dalam kebijakan nuklir Inggris. Keselamatan reaktor nuklir diperketat, dan protokol darurat diperbaiki. Namun, warisan kebakaran Windscale adalah pelajaran pahit: ia menunjukkan bahwa desain reaktor yang tidak aman dan kurangnya langkah keselamatan dapat menyebabkan bencana. Kejadian ini juga mendorong penelitian lebih mendalam tentang dampak radiasi dan risiko kesehatan, yang membentuk dasar kebijakan nuklir global pada dekade-dekade berikutnya.

Apakah Kebakaran Windscale Telah Dilupakan?

Tidak, kebakaran Windscale masih menjadi subjek penelitian dan debat dalam komunitas ilmiah dan sejarah. Meskipun tidak sepopuler Chernobyl atau Fukushima, pentingnya tidak boleh diabaikan. Ia adalah peringatan tentang risiko yang terkait dengan energi nuklir, dan bagaimana kegagalan prosedur serta desain dapat menyebabkan bencana. Bagi penduduk setempat, kejadian ini meninggalkan dampak yang mendalam, dan hingga saat ini, bekas lokasi reaktor masih dipantau untuk radiasi. Penelitian terus-menerus tentang kesehatan jangka panjang korban Windscale membantu kita memahami dampak radiasi pada manusia. Selain itu, kejadian ini menjadi dasar pengembangan standar keselamatan nuklir yang lebih ketat di Inggris dan seluruh dunia.

---
Rujukan: Windscale fire — Wikipedia

Tersedia dalam: