TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🔬 Sains & Teknologi

Bakteri Berusia 250 Juta Tahun Dihidupkan Kembali dari Kristal Garam: Menantang Batas Kehidupan dan Membuka Peluang Astrobiologi

Satu tim peneliti dari West Chester University dan University of California berhasil menghidupkan kembali bakteri halotoleran yang terperangkap dalam kristal garam sejak 250 juta tahun lalu. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini menggunakan teknik ekstraksi steril untuk mengisolasi mikroorganisme purba dari tambang garam di New Mexico, Amerika Serikat. Penemuan ini menantang pemahaman sains tentang batas ketahanan hidup dan membuka perspektif baru dalam astrobiologi, khususnya kemungkinan kehidupan mikrob di planet Mars atau bulan Europa.

12 Julai 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaNature
Bakteri Berusia 250 Juta Tahun Dihidupkan Kembali dari Kristal Garam: Menantang Batas Kehidupan dan Membuka Peluang Astrobiologi
Imej: Imej hiasan deterministik (Picsum)
AI

Pengantar: Kehidupan Purba yang Terperangkap dalam Waktu

Bayangkan sebuah organisme yang telah terperangkap dalam kristal garam sejak zaman dinosaurus awal, menunggu selama 250 juta tahun untuk dihidupkan kembali. Inilah yang dicapai oleh sekelompok ilmuwan ketika mereka berhasil mengisolasi dan menghidupkan kembali bakteri halotoleran dari tambang garam Salado di New Mexico. Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada tahun 2000 ini tidak hanya mengejutkan dunia sains tetapi juga membuka kembali perdebatan tentang batas kehidupan di Bumi dan potensi kehidupan di planet lain.

Metodologi Studi: Ekstraksi Steril dari Kristal Garam

Peneliti yang dipimpin oleh Dr. Russell Vreeland dari West Chester University menggunakan teknik yang sangat teliti untuk memastikan tidak ada kontaminasi modern. Mereka memilih kristal garam yang terbentuk pada periode Permian Akhir, sekitar 250 juta tahun lalu. Kristal ini dipotong dan disterilkan permukaannya dengan asam dan alkohol sebelum dihancurkan dalam kondisi steril. Cairan dari dalam kristal kemudian dikultur dalam medium garam tinggi. Hasilnya, koloni bakteri tumbuh setelah beberapa minggu. Analisis genetik menunjukkan bahwa bakteri ini termasuk dalam genus Virgibacillus (sebelumnya dikenal sebagai Bacillus), yang terkenal dengan kemampuannya membentuk spora yang sangat tahan.

Hasil dan Analisis: Bakteri yang 'Bangkit dari Kubur'

Bakteri yang dinamai Virgibacillus sp. 2-9-3 menunjukkan pertumbuhan aktif dan berkembang biak dalam medium kultur. Uji penentuan usia menggunakan penanggalan geologi dan analisis kimia mengonfirmasi bahwa kristal garam tersebut murni dari era Permian. Ini berarti bakteri tersebut telah terperangkap dalam keadaan dorman selama 250 juta tahun, jauh melampaui rekor sebelumnya yaitu 25-30 juta tahun untuk spora bakteri dalam ambar. Kemampuan ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana organisme dapat bertahan dalam periode yang begitu lama tanpa nutrisi dan dalam lingkungan yang sangat asin?

Mekanisme Ketahanan: Spora dan Perlindungan Kristal

Para ilmuwan percaya bahwa bakteri ini bertahan dengan membentuk spora yang sangat tahan. Spora bakteri memiliki lapisan pelindung yang tebal dan mampu menghentikan semua aktivitas metabolik. Dalam kondisi kering dan asin, spora dapat tetap hidup untuk jangka waktu yang sangat lama. Kristal garam sendiri bertindak sebagai kapsul waktu yang sempurna, melindungi spora dari radiasi UV, oksidasi, dan kerusakan fisik. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa garam juga membantu menstabilkan DNA dan protein dalam spora, mencegah degradasi molekul.

Implikasi terhadap Astrobiologi: Kehidupan di Planet Lain

Penemuan ini memiliki implikasi besar dalam bidang astrobiologi. Mars, misalnya, memiliki deposit garam purba yang mungkin mengandung mikroorganisme yang terperangkap. Demikian pula dengan bulan Europa yang memiliki lautan asin di bawah permukaan esnya. Jika bakteri dapat bertahan 250 juta tahun dalam kristal garam di Bumi, mungkin organisme serupa dapat eksis dalam lingkungan ekstrem di planet lain. Ini juga mendukung teori panspermia, yaitu kehidupan dapat tersebar antar planet melalui meteorit yang mengandung mikroorganisme yang tahan.

Kontroversi dan Kritikan: Benarkah Benar-Benar Purba?

Meskipun penemuan ini menarik, ia tidak lepas dari kontroversi. Beberapa ilmuwan meragukan apakah bakteri ini benar-benar berusia 250 juta tahun atau mungkin merupakan kontaminasi modern yang tidak terdeteksi. Kritikan utama adalah bahwa spora bakteri tidak dapat bertahan selama itu berdasarkan tingkat degradasi DNA yang diketahui. Namun, para peneliti mempertahankan penemuan mereka dengan menunjukkan bukti geologi dan kimia yang kuat. Studi lanjutan oleh kelompok lain juga berhasil mengisolasi bakteri purba dari kristal garam yang lebih tua, semakin memperkuat validitas penemuan ini.

Kesimpulan: Batas Kehidupan yang Terus Diperluas

Penemuan bakteri berusia 250 juta tahun ini telah mengubah cara kita memandang ketahanan hidup. Ini menunjukkan bahwa kehidupan dapat eksis dalam kondisi yang paling ekstrem sekalipun, dan periode dormansi yang panjang bukanlah penghalang untuk kebangkitan kembali. Bagi astrobiologi, penemuan ini memberikan harapan bahwa kehidupan mikrob mungkin masih ada di planet-planet lain, terperangkap dalam kristal garam atau es sejak miliaran tahun lalu. Sains terus mendorong batas, dan mungkin suatu hari nanti kita akan menemukan 'kapsul waktu' kehidupan di Mars atau Europa.

Kandungan Ditaja (Sponsored)

Tersedia dalam:

Tag: